Tidak seorang pun menginginkan jatuh sakit. Namun ada kalanya ketika cuaca tidak menentu dan daya tahan tubuh kita sedang turun, beberapa macam penyakit mudah menghampiri tubuh kita. Pada umumnya memang jenis penyakit yang ringan sepeti influenza, demam ataupun sakit kepala. Bukan jenis penyakit berat memang tetapi apabila dibiarkan cukup mengganggu aktivitas kita, sedangkan untuk mengunjungi dokter tubuh kita masih “terlalu kuat” untuk di katakan sakit dan perlu perawatan medis yang lengkap. Sebagai solusinya, pada umumnya sebagian besar orang mengonsumsi obat bebas yang banyak tersedia di pasaran.
Obat-obatan merupakan salah satu jenis barang yang bisa mendatangkan keuntungan, sehingga banyak sekali obat-obatan yang dipalsukan oleh oknum tertentu supaya mendapatkan keuntungan berlipat-lipat. Obat merupakan bahan atau zat yang berasal dari tumbuhan, hewan, mineral maupun zat kimia tertentu yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit, memperlambat proses penyakit dan atau menyembuhkan penyakit. Obat ada yang bersifat tradisional seperti jamu, obat herbal dan ada yang telah melalui proses kimiawi atau fisika tertentu serta telah di uji khasiatnya. Semua jenis obat tersebut rawan untuk di palsukan demi mendapatkan keuntungan bagi pelaku pemalsuan semata, padahal bahaya yang ditimbulkan bisa berakibat buruk bahkan memungkinkan berujung kematian bagi orang yang mengonsumsinya. Selain obat yang “tidak berkhasiat seperti seharusnya atau rusak bahkan cenderung menimbulkan efek racun bagi konsumennya ditambah lagi apabila kondisi pengguna sedang tidak sehat atau sakit. Oleh sebab itu penting sekali bersikap waspada da cermat ketika hendak membeli obat-obatan sehingga terhindar dari bahaya obat palsu.
Satu hal lagi yang berkaitan erat dengan obat untuk mencapai kesembuhan dari suatu jenis penyakit, yakni dosis obat. Dosis obat harus sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasien agar khasiatnya bisa kita dapatkan. Apa sebenarnya dosis obat? Dosis obat merupakan jumlah atau takaran tertentu dari suatu obat yang memberikan efek tertentu terhadap suatu penyakit atau gejala sakit. Jika dosis terlalu rendah (under dose) maka efek terapi tidak tercapai. Sebaliknya jika berlebih (over dose) bisa menimbulkan efek toksik/keracunan bahkan sampai kematian. Obat palsu sudah dapat di pastikan memiliki dosis yang salah atau tidak sesuai dengan yang dibutuhkan pasien, bahkan lebih cenderung menambah parah kondisi tubuh.
Maka dari itu, penting sekali untuk memahami cara-cara agar terhindar dari membeli dan mengonsumsi obat palsu. Berikut ini beberapa tips yang bisa Anda terapkan agar terhindar dari bahaya obat palsu :
BERSIKAP TELITILAH TERHADAP SETIAP OBAT YANG AKAN KITA BELI
Sebaiknya kita selalu memperhatikan dan memeriksa setiap jenis obat yang akan kita beli. Hal ini untuk membedakan secara fisik apakah obat itu obat palsu atau obat asli. Langkah pertama lihat apakah obat tersebut memiliki nomor register dari BPOM/Badan Pengawas Obat dan Makanan (biasanya disingkat no. reg.). Nomor register terdapat pada kemasan strip atau kotak obat. Kedua perhatikan tanggal kadaluwarsanya (biasanya pada kemasan obat tertulis ed/expired date). Cukup dua hal ini saja, mudah bukan.
SEBISA MUNGKIN BELILAH OBAT DI APOTIK ATAU TOKO OBAT YANG MEMILIKI IJIN
Pada umumnya obat-obatan yang ada di apotek berasal dari distributor obat resmi yang menyediakan obat yang di produksi oleh perusahaan farmasi (Pharmaceutical company). Apotek mempunyai izin yang resmi dari dinas kesehatan setempat dan di bawah pengawasan seorang apoteker, sehingga obat yang didapatkan dari apotik bisa kita jamin kualitas dan keasliannya.Selain di apotek, obat juga bisa didapatkan di toko obat. Namun perlu diperhatikan, dengan semakin menjamurnya toko obat, maka perlu lebih selektif dalam memilih toko obat. Lihat dulu apakah toko obat tersebut memiliki izin pendirian atau tidak dan tanyakan kepada pemilik toko obat dari mana penyediaan obat dari toko tersebut. Hal ini penting untuk menghindari mendapatkan obat palsu.
HATI-HATI DAN JANGAN MUDAH TERGIUR DENGAN OBAT BERHARGA MURAH
Salah satu hal yang bisa Anda jadikan dasar apakah obat itu asli atau palsu adalah “HARGA OBAT”. Jika perlu lakukan survei harga obat yang akan kita beli terlebih dahulu di beberapa tempat penjualan. Jika untuk obat sama, harganya di suatu tempat ternyata jauh lebih murah dengan perbedaan yang jauh, maka patut di curigai bahwa obat itu adalah palsu. Saat ini pemerintah juga sudah memberlakukan HET (Harga Eceran Terendah) untuk semua jenis obat. Ingat obat murah belum tentu aman di konsumsi.
Cukup mudah bukan untuk membedakan apakah obat tersebut asli atau palsu. Hanya dengan bersikap lebih hati hati dan teliti kita bisa terhindar dari bahaya obat-obatan palsu. Sayangilah diri Anda dan keluarga Anda!